'Apa yang salah dari orang yang terlalu dalam sayang sama orang lain?'
ya, kata-kata itu adalah kalimat yang paling gue suka dari novel Marmut Merah Jambu (Raditya Dika, 2010).
sekarang gue mau curhat aja, pake bahasa yg rada sastra dikit (lebay lebih tepatnya).
salahkah aku yang terlalu menyayangimu?
aku menyayangimu lebih dari siapapun. aku harap aku benar-benar bisa menyayangimu dengan sepenuhnya.
dan apa yang kurasakan, kau pasti tau itu. aku tau kau juga merasakannya. maka, saat kau ucapkan 'kata-kata itu' waktu itu, tahukah kamu?
aku merasa bahwa aku akan mendapatkan apa yang bisa mengubah hidupku. apa yang akan mengubah hari-hariku jadi ceria.
tapi waktu itu.......... kau hanya ucapkan apa yang tidak bisa ku jawab. apa yang kau katakan padaku hanya sebuah pernyataan.
pernyataan yang tidak mempunyai pertanyaan di akhir perkataanmu.
karena itu, aku tidak bisa menjawabnya.
aku tidak menjawab, bukan karena aku tidak mau menjawab.
tahukah kamu? aku tidak menjawab karena kau belum bertanya dan AKU MENUNGGU PERTANYAANMU. tak sadarkah kau, kau belum bertanya padaku, apa yang akan kita putuskan saat itu. kau tidak bertanya! aku anggap........ kau BELUM bertanya.
ya, aku menanti pertanyaan itu. aku merindukan setiap pesanmu, panggilanmu, mentionmu, apapun kontak darimu.
setiap hari, hanya itu yang kutunggu sepanjang waktu berjalan.
sejak kau menyatakan itu (tanpa mengungkapkan pertanyaan), kau pergi menghilang. LAGI. entah untuk yang keberapa kalinya.
aku hanya bisa bersabar menunggumu.
maka aku pun menghubungimu. dan apa yang kau lakukan saat itu? kau mengacuhkanku kan?!
ya, kau tidak pernah membalas kontak dariku, tapi tidak dengan kontak dari orang lain.
aku sedih. aku merasa kau membenciku.
ada apa? apa salahku?
saat aku masih dalam penantianku akan pertanyaanmu, ada hal berbeda yang kurasakan.
semua kebiasaanmu dulu juga hilang.
aku rasa..... hal-hal yang dulu kau lakukan bersamaku (seperti telepon, sms, dsb) kini lebih senang kau lakukan bersama orang lain.
haha, bodohnya aku yang masih menantimu. menanti sebuah pertanyaan darimu.
pertanyaan, yang sepertinya tidak akan kau tanyakan padaku.
aku hancur, saat menyadari segalanya.
ya, saat semua yang aku rasa berbeda itu menjadi sebuah kenyataan.
aku takut, takut menerima dan mendengar kenyataan itu.
aku masih belum mengetahuinya secara pasti, namun aku telah menyimpannya dalam hati & pikiranku.
apa aku salah? apa pikiran dan dugaanku salah?
aku hanya bisa berharap begitu.
karena, aku tidak akan sanggup mengetahui kalau semua dugaanku itu benar.
dan untukmu yang mungkin sedang berbahagia dengannya...
aku kira kau seharusnya tau tentang diriku, juga tentang perasaanku.
ya, kau memang seharusnya tau. apapun kuceritakan padamu. kita berbagi cerita bersama. tak perlu ku beritahu tentang perasaanku padanya pun, seharusnya kau tau!
kau bisa lihat dari sikapku! dari caraku selama ini berinteraksi dengannya. kalian seharusnya tau!
tapi ya.... haha, aku tau aku tak bisa memaksakan semua itu.
karena rasa itu hak setiap orang.
dan AKU HANYA BISA MENYAYANGIMU DARI JAUH, dari tempat yang tak kau hiraukan.
kini aku hanya bisa melanjutkan hidupku dalam bayang-bayang kesedihan yang tak bertepi.
yang selalu menggangguku, dalam setiap apapun yang kulakukan, kukerjakan, kupikirkan, kurasakan.
aku mengerti kalau ini berlebihan, aku tau kalau ini sebenarnya dapat kuhilangkan, dengan kata lain kulupakan.
tapi, aku hanya tidak ingin mengabaikan gangguan itu. karena aku terlalu menyayangimu. aku ingin membiarkan perasaan itu di dalam hatiku. aku tak ingin melepaskan perasaan itu.
kini, aku hanya bisa tersenyum menyembunyikan semua ini. aku tau aku sama sekali tak berhak atas dirimu. maka yang harus kulakukan hanya ikut senang melihatmu bahagia.
senyumku saat melihatmu senang, yang menyembunyikan kepedihan hatiku yang begitu dalam, dan menyembunyikan tangisan dalam hatiku, adalah bukti betapa aku menyayangimu.
aku bisa bayangkan kini kau memiliki orang yang kau sayangi, yang menemani hari-harimu. yang ku tau, itu bukan aku.
maaf jika aku terlalu mengganggumu, aku hanya mengekspresikan rasa sayangku padamu.
maafkan aku jika aku salah, aku salah menyayangimu terlalu dalam.
ku ketik dengan penuh senyuman kepedihan
UNTUKMU, YANG TERLALU KUSAYANGI.
terimakasih untuk semua yang pernah terjadi :)
N.B. : untuk siapapun yang membaca ini. gue tau mungkin kalian akan berpikir gue berlebihan banget, bahkan mungkin menjijikan, hahaha
cuma satu hal yang bisa gue bilang :
lo nggak tau rasanya jadi gue.